My Happy Pills : 7 Things That Makes Me Happy

Saya kayaknya emang nggak bakat kalau disuruh ikut tantangan menulis semacam One Day One Post gitu. Buktinya, challenge dari Blogger Perempuan Network kemarin yang mengharuskan menulis 1 tema yang berbeda selama 30 hari berturut – turut, saya cuma berhasil bertahan selama 2 minggu.

Tapi oh tapi, ada satu tema dari tantangan tersebut yang kepingiiin banget saya tulis. Adalah tentang ‘7 hal yang bikin bahagia’. Terus tulisannya ngendon di draft dan lumutan lol.

Oke, inilah 7 kebahagiaan versi On The Spot saya :

1. Dipeluk Suami ketika tidur

Semua istri pastinya bahagia dong ya kalau dipeluk suaminya. Hayoo, siapa yang setelah menikah jarang – jarang memberikan bahasa cinta berupa sentuhan seperti pelukan dan ciuman? Yuk ah toss dulu!

Apalagi semenjak punya anak, kasur di kamar pun dijajah sama Ammar dan walhasil si bocah kecil ini memisahkan Mama dan Papanya. Belum lagi kalau udah mulai liat Mama – Papa pelukan tiba – tiba dia nyempil dan terang – terangan melarang orangtuanya pelukan hahaha.

Makanya buat saya pelukan pas lagi bobok sama suami itu jadi hal yang bikin happy sekali buat saya.

2. Ketika Ammar bilang “Mama cantik”

Biasanya keluar dari mulutnya Ammar ketika saya lagi mengoleskan lipstik ke bibir. Di masa pandemi ini jarang banget deh saya dandan, apalagi kemarin kehadiran ART lagi alpha di rumah saya. Makanya terasa wah sekali buat saya.

3. Smell of a new book

Ketika memegang buku yang baru dibeli dan membuka plastik segelnya, siapa yang sebelum dibaca punya kebiasaan untuk mengendus bukunya terlebih dahulu? Kalau ada yang sama, yuk ahh tos dulu sama saya 🙂

Saya cinta banget sama aroma buku yang baru dibeli. Percampuran aroma kertas dan toko itu buat saya so heavenly!

4. Sea island cotton

Bath & Body Works pernah mengeluarkan seri aroma bernama Sea Island Cotton beberapa tahun yang lalu. Dulu saya mesti beli fragrance ini lewat sistem Pre Order karena belum ada tokonya di Asia. Terus waktu tokonya mulai buka di Singapur dan akhirnya masuk ke Indonesia, produk pertama yang saya beli ya Sea Island Cotton ini.

Sayangnya, nggak lama setelah itu wewangian seri ini nggak beredar lagi di pasaran atau discontinued. Sedih! Akhirnya sekarang rela cari di marketplace walau kadang harganya agak sedikit lebih mahal.

Sedikit fun fact, saya tuh sayaaang banget dan pakenya awet – awet. Saking nggak rela kalau abis, saya nggak pernah ngebolehin Adit buat pake sabun atau lotionnya hahahaha.

5. Lipstik baru

Semenjak punya anak, saya membatasi sekali beli produk makeup karena sadar daripada borong lipstik yang nantinya akan lebih sering tersimpan di rak, mendingan uangnya buat nabung emas. Demi sekolah anak di tempat yang terbaik dan tidak menjadikan anak sandwich generation ya kan.

Apalagi pas pandemi kayak gini. Beli lipstik mau kemane, Buk? Pake keluar pun ketutupan masker.

Tapiii sebagai perempuan (yang doyan belanja lipstik), pasti ada rasa kangen dong punya lipstik baru.Jadi selama hampir 2 tahun ini saya cuma sekali beli lipstik sebagai self reward dan rasanya seneng bangett. Positifnya juga saya lebih menghargai lipstik yang saya beli.

6. Ngobrol sama Papi

Papi saya orangnya cenderung tidak banyak bicara dan serius. Kebanyakan orang pun merasa tidak paham sama yang dia omongin karena suaranya keciiil banget kalau bicara. Buat yang kenal saya dan Papi, pasti bilang kalau di kebiasaan satu ini kami mirip. Mungkin karena ini kami nyambung hahaha.

Karena kemiripan kebiasaan dan juga beberapa sifat, maka itu saya suka banget ngobrol dan bertukar pikiran sama Papi.

Apalagi sekarang kami tinggal di kota yang berbeda. Ditambah pandemi ini jadi sulit sekali ya buat ketemu. Jadi ngobrol sama Papi tuh something precious buat saya sekarang.

7. Bangun pagi di rumah orangtua di Bandung

Tau dong, yaa udara di Bandung kan dingin dan sejuk. Meskipun nggak pakai AC tapi bisa bikin badan menggigil.

Tiap kali pulang ke Bandung, yang saya rindukan adalah sensasi bangun dengan dibalut kaos kaki dan sweater, terus dibangunin sama kicau burung – burung peliharaan Papi.

Turun ke lantai bawah dan mencium aroma nasi goreng buatan Mami dan pas melongok ke meja makan sudah tersedia beserta pelengkapnya seperti telor dadar, acar, kerupuk, dan bawang goreng. Huhuu jadi kangen kesana :”(

***

Nah itu tadi adalah beberapa hal yang membahagiakan menurut saya.

Beda sama pemikiran Adit yang merasa tidak perlu buat list untuk hal – hal yang bikin bahagia, buat saya perlu. Walau kebahagiaan nggak terpatok 7 hal diatas tapi dengan nge – list bikin saya lebih mensyukuri apa yang saya punya.

Kalau kalian kira – kira apa aja hal – hal kecil (dan besar) yang bikin kalian happy?

1 thought on “My Happy Pills : 7 Things That Makes Me Happy”

  1. Wahhh tetap dalam lingkup keluarga ya kebahagiannya, kalau saya sendiri apa yang pengen banget saya tulis di blog bisa selesai dan terpublikasikan itu udah bahagia banget sih.. Tapi sayangnya karena waktu luangnya gak terlalu banyak jadi cuma bisa nyicil dan gajadi buat publikasi.. huhu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s